DMNNEWS – PURWOKERTO — Sebanyak 1.686 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi Batch 4 Tahun 2025 resmi dikukuhkan sebagai guru profesional di UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Senin (27/4/2026). Pengukuhan berlangsung di auditorium utama kampus dan diikuti peserta secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Saizu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas tenaga pendidik di Indonesia.

Rektor UIN Saizu, Ridwan, dalam amanatnya menegaskan bahwa pengukuhan guru profesional bukan sekadar seremoni formal, melainkan momentum penting yang menandai perubahan besar dalam perjalanan karier seorang pendidik.

Baca Juga: Menkop Ferry: Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila, Dorong Kemandirian dan Keadilan Sosial

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh tantangan. Para peserta harus melalui berbagai tahapan pendidikan, evaluasi, hingga praktik lapangan sebelum dinyatakan layak menyandang status guru profesional.

“Ini adalah momen bersejarah. Tidak hanya mengubah gelar, tetapi juga menentukan arah pengabdian ke depan sebagai pendidik,” ujar Ridwan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan program PPG. Menurutnya, tidak semua guru mampu mencapai tahap ini karena dibutuhkan dedikasi, komitmen, dan ketekunan yang tinggi.

Baca Juga: Belajar Lingkungan Jadi Interaktif dan Seru, Guru SD di Tegal Ciptakan Metode Eco-Rotation

Acara pengukuhan turut dihadiri oleh narasumber nasional Iswandi Syahputra yang memberikan materi penguatan terkait transformasi pendidikan di era modern. Selain itu, jajaran pimpinan kampus juga hadir, termasuk Wakil Rektor I Suwito, Wakil Rektor II Sulkhan Chakim, dan Wakil Rektor III Sunhaji.

Turut hadir pula Kepala Biro AUPK Nughara Stiawan serta pimpinan fakultas yang menunjukkan dukungan penuh terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui program PPG.

Dalam arahannya, Rektor menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam proses pembelajaran. Ia menyebut bahwa metode pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher-centered) sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga: Tol Jogja–Solo Trihanggo–Junction Sleman Dikebut, Progres 79 Persen Target Operasi Oktober 2026

Sebaliknya, guru profesional dituntut untuk menerapkan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered learning), di mana siswa menjadi subjek aktif dalam proses belajar.

“Pembelajaran harus memberi ruang bagi siswa untuk berpikir kritis, aktif, dan kreatif. Guru bukan lagi satu-satunya sumber pengetahuan,” tegasnya.

Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus membekali siswa dengan keterampilan abad 21 yang dibutuhkan di masa depan.

Baca Juga: Resepsi El Rumi–Syifa Hadju Dihadiri Presiden dan Menteri, Jadi Momen Silaturahmi Nasional

Rektor juga berharap para guru yang telah dikukuhkan mampu membawa perubahan nyata di sekolah masing-masing.

Ia menekankan bahwa status profesional harus diiringi dengan tanggung jawab yang lebih besar dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Selain kompetensi akademik, guru juga dituntut memiliki integritas, kepedulian, serta komitmen dalam membentuk karakter generasi muda.

Baca Juga: 5 Kuliner Khas Wonosobo Wajib Coba Saat ke Dieng, Murah Lezat dan Penuh Cita Rasa Tradisional

Program PPG sendiri merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Melalui program ini, diharapkan lahir tenaga pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan perubahan zaman.

Dengan pengukuhan ini, para peserta PPG diharapkan menjadi agen transformasi pendidikan yang mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, relevan, dan berdampak bagi masa depan bangsa.(*)