DMNNEWS – SLEMAN — Pembangunan ruas Tol Jogja–Solo segmen Trihanggo hingga Junction Sleman terus dipercepat. Hingga akhir April 2026, progres konstruksi telah mencapai 79,77 persen, mendekati tahap akhir pengerjaan dengan target operasional pada Oktober 2026.
Ruas ini menjadi bagian penting dalam jaringan konektivitas antara wilayah Yogyakarta dan Surakarta. Selain itu, jalur ini akan terhubung langsung dengan proyek Tol Jogja–Bawen Seksi 1 Junction Sleman–Simpang Susun Banyurejo, yang akan memperkuat akses transportasi nasional di kawasan selatan Pulau Jawa.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja-Solo, Rudy Hardiansyah, memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia optimistis ruas Trihanggo–Junction Sleman dapat mulai difungsikan pada Oktober mendatang.
Baca Juga: Menkop Ferry: Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Pancasila, Dorong Kemandirian dan Keadilan Sosial
“Untuk segmen ini, target operasional tetap Oktober 2026 dan saat ini progresnya sesuai rencana,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).
Sementara itu, untuk segmen lain seperti Prambanan–Purwomartani, proses pengadaan lahan telah mencapai 98,67 persen. Saat ini, fokus utama berada pada penyelesaian relokasi fasilitas pendidikan yang terdampak proyek.
Salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan ini adalah pemindahan sebuah sekolah dasar yang berdiri di atas lahan Sultan Ground. Proses relokasi sempat menemui kendala karena keterbatasan lahan pengganti yang sesuai.
Baca Juga: Resepsi El Rumi–Syifa Hadju Dihadiri Presiden dan Menteri, Jadi Momen Silaturahmi Nasional
Namun demikian, pihak proyek memastikan bahwa lokasi pengganti telah ditemukan. Pembongkaran bangunan sekolah tersebut dijadwalkan mulai pekan depan, sehingga pekerjaan konstruksi di area tersebut dapat segera dilanjutkan.
“Begitu bangunan sekolah sudah direlokasi, pekerjaan konstruksi di titik tersebut bisa langsung dikebut,” jelas Rudy.
Di sisi lain, percepatan juga dilakukan pada pembangunan akses keluar-masuk tol, khususnya di kawasan Kronggahan. Humas proyek dari PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, menyebutkan bahwa pengerjaan ramp on dan ramp off menjadi prioritas utama.
Baca Juga: 5 Kuliner Khas Wonosobo Wajib Coba Saat ke Dieng, Murah Lezat dan Penuh Cita Rasa Tradisional
Menurutnya, pembangunan juga mencakup fasilitas pendukung seperti plaza tol, gerbang masuk, gardu transaksi, serta kantor operasional. Infrastruktur ini akan menjadi bagian penting dalam sistem layanan pengguna jalan tol.
“Ramp on dan ramp off sedang kami percepat, termasuk pembangunan plaza tol dan gerbangnya. Ini penting untuk mendukung operasional nantinya,” terang Agung.
Desain plaza tol akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari sistem pembayaran elektronik hingga pos petugas. Skema ini dirancang untuk memastikan arus kendaraan tetap lancar saat masuk maupun keluar dari jalan tol.
Baca Juga: Siti Hediati Bekali Taruna Akmil dan Akpol, Tekankan Ancaman Global dan Kepemimpinan Strategis
Dengan capaian progres yang hampir menyentuh 80 persen, proyek ini kini memasuki fase krusial. Pekerjaan konstruksi dilakukan baik pada jalur layang (elevated) maupun jalur permukaan (at-grade), yang secara keseluruhan menunjukkan percepatan signifikan.
Keberadaan Junction Sleman nantinya akan menjadi pintu utama akses tol dari arah barat menuju Yogyakarta. Hal ini diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan efisiensi waktu tempuh antarwilayah.
Proyek Tol Jogja–Solo juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan tol Trans-Jawa yang terus diperluas. Dengan rampungnya ruas ini, mobilitas masyarakat dan distribusi logistik diproyeksikan semakin lancar.
Pemerintah bersama pihak pengembang optimistis, dengan penyelesaian berbagai kendala teknis seperti relokasi fasilitas umum dan pembangunan akses pendukung, target operasional Oktober 2026 dapat tercapai sesuai rencana.(*)