DMN NEWS - Boyolali - Minimnya penyerapan produk susu dari pelaku UMKM untuk kebutuhan dapur program MBG menjadi sorotan para pengrajin susu lokal di wilayah Jatinom, Boyolali. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada keberlangsungan usaha kecil yang selama ini menggantungkan pemasaran pada distribusi lokal dan jaringan terbatas.

Sejumlah pelaku usaha mengaku belum merasakan manfaat signifikan dari program tersebut, khususnya dalam hal kemitraan penyediaan bahan baku susu. Padahal, kebutuhan susu dalam skala besar seharusnya bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk berkembang sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Salah satu pengrajin susu, Umi Masturah, menuturkan bahwa dirinya telah menjalankan usaha pengolahan susu sejak tahun 2006. Selama hampir dua dekade, ia bersama pelaku UMKM lain terus menjaga kualitas produksi agar mampu bersaing dengan produk pabrikan. Namun hingga kini, menurutnya, keterlibatan UMKM dalam program MBG masih sangat terbatas.

Baca Juga: Layanan Jemput Bola Polisi Hadir di Desa Keji, Polsek Muntilan Gelar SPKT Mobile Pekan ke-78

Ia menyayangkan belum adanya skema distribusi yang berpihak pada pelaku usaha lokal. Menurutnya, jika diberikan kesempatan, UMKM Boyolali mampu memenuhi kebutuhan susu dengan kualitas yang tidak kalah dari produk industri besar. Bahkan, produk susu yang dihasilkan cenderung lebih segar karena diproses tanpa bahan pengawet.

“Selama ini kami memproduksi susu murni dengan kualitas yang terjaga. Kami berharap bisa dilibatkan, karena ini juga menyangkut keberlangsungan usaha kami,” ujarnya saat ditemui pada Jumat (24/4).

Lebih lanjut, Umi menjelaskan bahwa para pengrajin di lingkungannya memiliki kapasitas produksi yang cukup untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar jika ada kerja sama yang jelas dan berkelanjutan. Ia menilai, program pemerintah seperti MBG seharusnya dapat menjadi jembatan antara kebutuhan nasional dan potensi lokal yang sudah terbukti kualitasnya.

Baca Juga: Cargloss Group 40 Tahun, Regenerasi Kepemimpinan Perkuat Arah Industri Otomotif Nasional

Para pelaku UMKM susu di Boyolali juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam membuka akses pasar yang lebih luas. Mereka berharap tidak hanya dilibatkan sebagai pelengkap, tetapi menjadi bagian utama dalam rantai pasok program tersebut. Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan lebih merata hingga ke tingkat usaha kecil.

Selain itu, keterlibatan UMKM dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan peternak sapi perah, hingga penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Para pengrajin berharap adanya kebijakan konkret yang memprioritaskan produk lokal dalam pengadaan bahan baku program pemerintah. Mereka juga menginginkan adanya pendampingan serta jaminan kerja sama agar UMKM dapat memenuhi standar yang dibutuhkan tanpa kehilangan daya saing.

Baca Juga: Pemerintah Sebut Capaian Tertinggi Sepanjang Sejarah, Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton

“Kami ingin ikut berkontribusi dalam program ini. Harapannya, pemerintah bisa lebih membuka ruang bagi UMKM agar produk kami terserap dan usaha kami tetap berjalan,” tambahnya.

Dengan potensi yang dimiliki, pelaku UMKM susu di Boyolali optimistis dapat menjadi bagian penting dalam mendukung program MBG. Namun tanpa dukungan dan keberpihakan kebijakan, peluang tersebut dikhawatirkan hanya akan dinikmati oleh pelaku industri besar, sementara UMKM tetap berada di pinggiran. (wn)