DMN NEWS — Temanggung - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong agar ajang Pekan Agro Digitalisasi Inovasi (PADI) dapat masuk dalam kalender resmi event pariwisata daerah mulai tahun 2027. Usulan ini muncul seiring tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan tersebut serta dampaknya terhadap sektor pertanian dan ekonomi lokal.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun, menilai PADI memiliki potensi besar sebagai event unggulan yang mampu menarik kunjungan publik dalam jumlah signifikan. Ia menyebut pada penyelenggaraan sebelumnya, jumlah pengunjung mencapai lebih dari 133 ribu orang.
“Event ini memiliki daya tarik yang kuat dan mampu meningkatkan kunjungan masyarakat,” ujarnya saat membuka PADI 2026 di kawasan Soropadan, Temanggung, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Pemdes Karangrejo Bidik Proklim Lestari 2026, Gerakan Hijau Diperluas hingga 14 Desa Borobudur
Selain menjadi magnet kunjungan, PADI juga dinilai berperan dalam mendorong transformasi sektor pertanian, terutama melalui keterlibatan generasi muda. Taj Yasin menyampaikan bahwa tren regenerasi petani di Jawa Tengah menunjukkan perkembangan positif.
Salah satu contohnya terlihat di Kabupaten Demak, di mana sekitar 40 persen pelaku pertanian kini berasal dari kalangan milenial. Kondisi ini dinilai menjadi sinyal baik dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian ke depan.
Menurutnya, dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Jawa Tengah memiliki peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.
Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Diplomasi RI ke Iran Diuji di Tengah Ketegangan
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, menegaskan bahwa penyelenggaraan PADI menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pengembangan pertanian modern di Indonesia.
Ia menyebut, PADI tidak hanya berfungsi sebagai ajang pameran, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak dalam satu ekosistem pertanian yang terintegrasi.
“Kegiatan ini menjadi simbol kebangkitan petani milenial serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.
Baca Juga: Tumpukan Sampah TPS3R Tamanagung Teratasi, DLH dan Desa Akhiri Miskomunikasi
Menurutnya, penyelenggaraan PADI juga menjadi bukti bahwa para alumni pelatihan petani mampu berperan aktif dalam menginisiasi dan mengelola kegiatan berskala besar secara mandiri, dengan dukungan dari berbagai pihak termasuk sektor swasta.
Pada tahun ini, PADI diikuti oleh 127 stan yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelajar, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga komunitas pertanian dari 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Mengangkat tema regenerasi petani unggul dan percepatan swasembada pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi terkait penerapan teknologi pertanian modern.
Baca Juga: Layanan Jemput Bola Polisi Hadir di Desa Keji, Polsek Muntilan Gelar SPKT Mobile Pekan ke-78
Berbagai inovasi diperkenalkan kepada pengunjung, termasuk konsep smart farming dan pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam pengelolaan pertanian.
Selain pameran, rangkaian kegiatan juga mencakup job fair yang melibatkan sedikitnya 15 perusahaan, serta berbagai lomba dan kegiatan budaya yang bertujuan menarik minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Melalui penyelenggaraan PADI, pemerintah berharap dapat mendorong percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.(*)