DMN NEWS — Wonosobo - Pemerintah terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui percepatan digitalisasi serta pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Pemasaran Kementerian Koperasi, Fiter Beresman Silaen, saat menghadiri Wonosobo Expo 2026 di Sasana Adipura, Kamis (23/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan pameran UMKM memiliki peran penting yang tidak hanya terbatas pada promosi produk, tetapi juga sebagai sarana memperluas jejaring usaha antar pelaku ekonomi.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi RI Tembus Rp147,5 Triliun di Triwulan I 2026, Tumbuh 8,2 Persen
Ia menilai kolaborasi menjadi kunci agar pelaku UMKM mampu berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini diharapkan mampu membuka peluang kerja sama, memperluas promosi, serta mendorong pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Fiter menegaskan, pelaku UMKM saat ini tidak dapat lagi hanya bergantung pada pasar lokal. Perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi menuntut pelaku usaha untuk lebih adaptif dalam memasarkan produk.
Baca Juga: Layanan Jemput Bola Polisi Hadir di Desa Keji, Polsek Muntilan Gelar SPKT Mobile Pekan ke-78
Konsep pasar tanpa batas atau borderless market menjadi tantangan sekaligus peluang yang perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM.
Dalam konteks tersebut, pemanfaatan teknologi digital, khususnya media sosial, menjadi salah satu strategi yang terus didorong pemerintah.
Melalui platform digital, produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi RI Tembus Rp147,5 Triliun di Triwulan I 2026, Tumbuh 8,2 Persen
Selain aspek digitalisasi, pemerintah juga memperkuat kelembagaan ekonomi melalui pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini dirancang untuk menciptakan sistem ekonomi desa yang lebih terintegrasi serta memperkuat posisi pelaku usaha di tingkat lokal.
Fiter menjelaskan, proses pembentukan KDKMP saat ini masih berlangsung dan melibatkan berbagai kementerian serta lembaga terkait.
“Terkait peluncurannya masih dalam tahap koordinasi. Sesuai instruksi presiden, program ini terus dipersiapkan,” katanya.
Baca Juga: Realisasi Investasi RI Triwulan I 2026 Capai Rp498,8 Triliun, Singapura Masih Terbesar
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting agar implementasi program dapat berjalan optimal ketika mulai dioperasikan secara penuh.
Ke depan, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga diharapkan mampu menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pokok hingga produk bersubsidi.
Dengan sistem tersebut, rantai distribusi yang selama ini panjang dapat dipersingkat sehingga proses penyaluran barang menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Damkar dan Ambulans Jadi Sasaran, Polisi Selidiki Laporan Fiktif Diduga Modus Pinjol di Sleman
Pemerintah berharap, melalui integrasi antara digitalisasi UMKM dan penguatan kelembagaan koperasi, pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata hingga ke tingkat desa. Langkah ini juga dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM dalam menghadapi dinamika pasar yang semakin kompetitif. (*)