DMN NEWS - SORONG — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa dirinya tetap menaruh hormat kepada Jusuf Kalla di tengah polemik yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat merespons berbagai pandangan yang dilontarkan Jusuf Kalla, yang sempat menjadi perhatian publik karena menyinggung Presiden Joko Widodo.

Gibran menyebut Jusuf Kalla sebagai figur senior yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan serta kontribusi signifikan bagi bangsa.

Baca Juga: Innalillahi, Ibunda Ahmad Nurwahid Berpulang, Sosok Sederhana yang Menginspirasi Banyak Orang

“Pak JK itu senior saya, mentor saya juga. Beliau sangat berpengalaman,” ujar Gibran kepada wartawan usai melakukan kunjungan ke RSUD Kabupaten Sorong, Rabu (22/4/2026).

Menurutnya, rekam jejak Jusuf Kalla dalam pemerintahan menjadi salah satu alasan utama dirinya menjadikan tokoh tersebut sebagai rujukan dalam memahami dinamika kepemimpinan nasional.

Gibran menilai, peran Jusuf Kalla tidak hanya terlihat dalam lingkup pemerintahan pusat, tetapi juga dalam berbagai upaya penyelesaian konflik di sejumlah daerah di Indonesia.

Baca Juga: Harga Tembakau Redup, Petani Muntilan Enggan Tanam dan Sulit Ulangi Masa Kejayaan

Ia mencontohkan keterlibatan Jusuf Kalla dalam proses perdamaian di wilayah konflik sebagai bukti konkret kontribusi terhadap stabilitas nasional.

“Beliau banyak berkontribusi untuk negeri ini, terutama dalam penyelesaian konflik di beberapa daerah. Itu menjadi teladan bagi kami,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan yang muncul dalam dinamika politik merupakan hal yang wajar. Ia menilai, masukan dari tokoh senior tetap diperlukan sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam menjalankan pemerintahan.

Baca Juga: Kisah Kyra, Calon Haji Termuda Magelang yang Gantikan Ayahnya Berangkat ke Tanah Suci

Menurutnya, kritik dan evaluasi yang disampaikan Jusuf Kalla justru menjadi bahan refleksi yang penting.

“Saya berterima kasih atas setiap masukan dan evaluasi dari Pak JK. Bagi saya, beliau tetap menjadi idola,” ujar Gibran.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah pernyataan Jusuf Kalla yang dinilai mengandung kritik terhadap pemerintahan saat ini. Meski demikian, Gibran memilih untuk menempatkan pandangan tersebut dalam kerangka yang lebih luas sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Pengamat menilai sikap Gibran tersebut menunjukkan upaya menjaga hubungan baik dengan tokoh-tokoh senior nasional, sekaligus mencerminkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap kritik.

Baca Juga: RA Kartini: Dari Pingitan Menuju Cahaya, Perempuan yang Mengubah Takdir Kaumnya

Di sisi lain, Jusuf Kalla selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki pengalaman panjang di pemerintahan, termasuk menjabat sebagai Wakil Presiden dalam dua periode berbeda. Selain itu, keterlibatannya dalam berbagai proses perdamaian, seperti di Aceh dan Poso, memperkuat posisinya sebagai figur yang berpengaruh dalam penyelesaian konflik.

Dengan latar belakang tersebut, pandangan yang disampaikan Jusuf Kalla kerap menjadi perhatian publik, terutama ketika berkaitan dengan isu-isu strategis nasional.

Pernyataan Gibran yang tetap menempatkan Jusuf Kalla sebagai mentor dan idola dinilai menjadi sinyal bahwa hubungan antar tokoh nasional tetap terjaga, meskipun terdapat perbedaan pandangan.

Baca Juga: Bus DAMRI Jogja–YIA Kembali Normal, Akses Bandara Makin Mudah dengan Jadwal Teratur

Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa dinamika politik yang berkembang tidak serta-merta menghapus penghormatan terhadap pengalaman dan kontribusi tokoh senior.

Ke depan, komunikasi antara generasi pemimpin saat ini dan tokoh-tokoh berpengalaman dinilai penting dalam menjaga kesinambungan kebijakan serta stabilitas nasional.

Dengan demikian, polemik yang muncul tidak hanya menjadi ruang perdebatan, tetapi juga peluang untuk memperkuat dialog antar pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.(*)