DMN NEWS - MAGELANG – Seorang remaja asal Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Kyra Talita Sakhi (13), menjadi calon jemaah haji termuda di daerahnya pada musim haji 2026. Kyra berangkat menggantikan almarhum ayahnya yang meninggal dunia pada masa pandemi COVID-19.

Kyra merupakan putri pertama dari pasangan almarhum Eko Setyawan dan Dian Rahmawati (38), warga Dusun Kaponan, Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Tahun ini, ia dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci bersama ibunya.

Dian mengungkapkan, awalnya ia mendaftar haji bersama suaminya pada 2012. Berdasarkan estimasi waktu tunggu, keduanya dijadwalkan berangkat pada 2026. Namun rencana tersebut berubah setelah sang suami meninggal dunia pada 2021.

Baca Juga: BRI Insurance Gandeng IMI, Hadirkan Asuransi Kecelakaan Diri untuk Puluhan Ribu Anggota

“Seharusnya saya berangkat dengan suami, tapi beliau meninggal saat pandemi COVID-19,” kata Dian saat ditemui, Rabu (22/4/2026).

Dalam situasi tersebut, Dian kemudian mengajukan pengalihan porsi haji kepada anaknya, Kyra. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan masa tunggu keberangkatan yang cukup panjang.

Menurut Dian, saat itu Kyra sempat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Assalafiyyah Mlangi, Yogyakarta, namun hanya bertahan sekitar tiga bulan sebelum akhirnya kembali pulang.

“Setelah itu saya pikir lebih baik nama suami digantikan anak saya, supaya kalau ada panggilan haji, dia bisa ikut,” ujarnya.

Baca Juga: Ditahan Vietnam Tanpa Gol, Timnas U17 Indonesia Tersingkir dan Gagal Lolos ke Semifinal

Keputusan tersebut membuahkan hasil. Kyra akhirnya mendapatkan panggilan dari pihak Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengikuti proses biometrik sebagai syarat keberangkatan haji.

Dian menyebut, usia Kyra yang telah memenuhi ketentuan minimal, yakni 13 tahun, menjadi faktor penting dalam proses tersebut.

“Alhamdulillah dipanggil untuk biometrik dan dinyatakan bisa berangkat tahun ini,” katanya.

Kabar tersebut disambut haru oleh keluarga besar. Dian mengaku, momen tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri, sekaligus pengganti rencana yang sempat tertunda.

Baca Juga: Bikin Haru! Nenek 70 Tahun Ini Bertaruh Harapan di Sekolah Rakyat Demi Cucu

“Semua keluarga senang, bahkan kakek dan neneknya sampai menangis,” ujarnya.

Ia juga mempertimbangkan jika keberangkatan ditunda, maka Kyra kemungkinan harus berangkat sendiri di masa depan. Hal itu dinilai kurang ideal bagi anak seusianya.

Kyra sendiri lahir pada 20 November 2012. Saat keberangkatan nanti, usianya akan menginjak 13 tahun lebih lima bulan. Ia tergabung dalam kloter 18 bersama ibunya dan dua anggota keluarga lainnya.

Rombongan tersebut dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026 melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Baca Juga: Harga Tembakau Redup, Petani Muntilan Enggan Tanam dan Sulit Ulangi Masa Kejayaan

Dalam persiapannya, Kyra mengaku telah mengikuti sejumlah kegiatan manasik haji. Ia juga mulai mempersiapkan diri secara mental dan fisik.

“Sudah ikut manasik sekitar tujuh sampai delapan kali. Persiapan juga dari doa-doa dan fisik,” ujar Kyra.

Selain itu, ia rutin berolahraga seperti lari dan jalan cepat untuk menjaga kondisi tubuh menjelang keberangkatan.

Kyra mengaku senang bisa berangkat bersama ibunya tahun ini. Ia juga berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP setelah kembali dari Tanah Suci.

Baca Juga: Semangat Kartini Menggema di Magelang, Perempuan Didukung Jadi Kunci Keadilan dan Masa Depan

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Magelang, Taufik Husen Ansori, menyampaikan bahwa total jemaah haji asal Kabupaten Magelang tahun ini mencapai 1.423 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 561 laki-laki dan 772 perempuan yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter), yakni kloter 16, 17, 18, 80, dan 81.

“Tahun ini ada perubahan, sebagian jemaah berangkat melalui embarkasi Yogyakarta di YIA, selain embarkasi Solo,” ujarnya.

Ia menambahkan, kloter 80 dan 81 diberangkatkan melalui embarkasi Solo, sementara lainnya melalui Yogyakarta.

Baca Juga: Innalillahi, Ibunda Ahmad Nurwahid Berpulang, Sosok Sederhana yang Menginspirasi Banyak Orang

Taufik juga menyebutkan bahwa jemaah tertua dari Magelang tahun ini adalah Suyono (92) asal Grabag, sedangkan yang termuda adalah Kyra.

“Kyra menjadi jemaah termuda karena pelimpahan porsi dari orang tuanya yang meninggal dunia,” katanya.

Keberangkatan Kyra menjadi kisah tersendiri di tengah ribuan jemaah haji lainnya. Di usia yang masih sangat muda, ia memikul perjalanan spiritual yang awalnya menjadi rencana sang ayah.(*)