DMN NEWS - MAGELANG - Di balik seragam loreng dan disiplin yang melekat, ada cerita sederhana yang sering luput dari perhatian—tentang tempat pulang para prajurit. Hal inilah yang menggugah hati Kapten Infantri Sunarto, Komandan Koramil Ngablak, Kabupaten Magelang.

Sejak menjabat pada akhir 2024, ia tak hanya fokus pada tugas teritorial. Ia juga melihat lebih dalam kondisi anggotanya. Ada yang setiap hari harus menempuh perjalanan panjang, bahkan puluhan kilometer, hanya untuk sampai ke lokasi tugas. Lebih menyentuh lagi, beberapa di antaranya belum memiliki rumah sendiri.

Rasa prihatin itu tidak berhenti sebagai empati semata. Sunarto memilih bertindak.

Baca Juga: Respons Santai Joko Widodo soal Ketegangan dengan Jusuf Kalla : 'Saya orang kampung'

Ia menggagas pembangunan mess—hunian sederhana namun layak—sebagai tempat tinggal sementara bagi anggotanya. Bangunan berukuran 4 x 10 meter itu dirancang untuk memberikan kenyamanan dasar yang selama ini belum dimiliki sebagian prajurit.

“Banyak anggota yang rumahnya jauh, bahkan ada yang belum punya rumah. Dari situ saya berpikir, mereka butuh tempat tinggal yang dekat dan layak,” ujarnya.

Bagi sebagian orang, jarak mungkin sekadar angka. Namun bagi prajurit yang harus selalu siap kapan saja, jarak adalah tantangan nyata. Ada yang berasal dari wilayah seperti Karanganyar hingga Solo, menempuh perjalanan panjang menuju Ngablak yang berada di kawasan pinggiran Kabupaten Magelang.

Baca Juga: Kampus Tak Lagi Aman? Kasus Kekerasan Seksual Naik, Rektor Kini Ikut Disorot

Kondisi itu bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi juga berpotensi memengaruhi kesiapan dan fokus saat bertugas.

Pembangunan mess ini pun bukan proyek instan. Ia lahir dari semangat gotong royong. Koramil Ngablak menggandeng masyarakat sekitar, membangun dengan kekuatan kebersamaan yang masih terjaga kuat di wilayah tersebut.

“Berkat hubungan baik dengan warga, pembangunan bisa berjalan. Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal kepedulian bersama,” kata Sunarto.

Baca Juga: Susi Pudjiastuti Sorot Cara Pemusnahan Ikan Sapu-Sapu, Usul Diolah Jadi Pakan dan Pupuk

Sedikit demi sedikit, bangunan itu mulai berdiri. Bukan sekadar tembok dan atap, tetapi juga harapan baru bagi para prajurit yang selama ini harus berjuang lebih keras hanya untuk urusan tempat tinggal.

Keberadaan mess ini diharapkan menjadi solusi nyata. Anggota yang berasal dari luar daerah kini memiliki tempat beristirahat yang lebih dekat dengan lokasi tugas. Mereka bisa lebih tenang, lebih fokus, dan tentu saja lebih siap saat dibutuhkan.

Lebih dari itu, langkah ini menjadi contoh bahwa kepemimpinan tidak selalu tentang perintah dan strategi. Kadang, kepemimpinan justru hadir dalam bentuk kepedulian terhadap hal-hal paling mendasar.

Baca Juga: Gudang di Cakung Terbakar Dini Hari, Warga Panik Dibangunkan Suara Masjid dan Asap Pekat

Ngablak yang dikenal sebagai wilayah dengan jangkauan luas dan medan yang menantang kini memiliki cerita lain—tentang seorang pimpinan yang memilih melihat, mendengar, dan bertindak.

Karena bagi Sunarto, kesejahteraan prajurit bukan sekadar wacana. Ia harus diwujudkan, dimulai dari hal paling sederhana: tempat untuk pulang.(*)