DMN NEWS - KAYONG UTARA — Proyek Strategi Nasional (PSN) di Pulau Penebang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kayong Utara. Kehadiran proyek tersebut dinilai menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerahnya mencapai 5,89 persen pada tahun 2025. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir dan menunjukkan tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang digelar pada 10 April 2026. Dalam kesempatan itu, Romi menegaskan pentingnya sinergi antara perencanaan pembangunan daerah dengan agenda pembangunan nasional maupun provinsi.
Baca Juga: Dana Rp28 M Siap Dikembalikan ke Nasabah, BNI Tegaskan Deposito Investment Ilegal
“Pertumbuhan ekonomi Kayong Utara mengalami kenaikan signifikan, di mana pada tahun 2025 mencatatkan angka 5,89 persen. Ini menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir,” ujarnya di hadapan peserta forum, termasuk Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan.
Menurutnya, keberadaan PSN di Pulau Penebang menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan tersebut. Proyek ini tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka peluang investasi serta memperluas lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Salah satu proyek utama yang menjadi bagian dari PSN tersebut adalah Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) yang berlokasi di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata. Kawasan industri ini dikelola oleh PT Dharma Inti Bersama.
Baca Juga: Layanan Jemput Bola Polisi Hadir di Desa Keji, Polsek Muntilan Gelar SPKT Mobile Pekan ke-78
KIPP dirancang sebagai pusat pengolahan dan pemurnian bijih bauksit yang terintegrasi, dengan fokus pada produksi alumina dan aluminium. Kehadiran industri hilir ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam serta memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Romi menegaskan bahwa ke depan, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditargetkan tinggi, tetapi juga berkualitas dan merata. Pemerintah daerah menaruh perhatian pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta pariwisata.
Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan. Hal ini terbukti dari data yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kemiskinan di Kayong Utara.
Baca Juga: Investasi Hilirisasi RI Tembus Rp147,5 Triliun di Triwulan I 2026, Tumbuh 8,2 Persen
Pada tahun 2020, angka kemiskinan tercatat sebesar 9,56 persen, dan berhasil turun menjadi 8,75 persen pada tahun 2025. Penurunan ini menjadi indikator bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia juga terus mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kayong Utara naik dari 62,66 poin pada tahun 2019 menjadi 67,60 poin pada tahun 2025. Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Di sisi lain, tantangan fiskal masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Struktur pendapatan daerah saat ini masih didominasi oleh transfer dari pemerintah pusat dan provinsi yang mencapai sekitar 95 persen. Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru menyumbang sekitar 5 persen.
Baca Juga: Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Diplomasi RI ke Iran Diuji di Tengah Ketegangan
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mencari terobosan dalam meningkatkan kemandirian fiskal, termasuk melalui optimalisasi potensi ekonomi lokal dan peningkatan investasi.
Menutup sambutannya, Romi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam merancang program pembangunan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Target-target pembangunan dapat dicapai bila kita saling bergandeng tangan dalam merumuskan, merancang, dan mengimplementasikan program secara optimal,” tegasnya.
Dengan dukungan proyek strategis nasional dan penguatan sektor unggulan, Kayong Utara diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)