DMNNEWS.COM, Sleman – Tembok pembatas SDN Minomartani 2 di Kapanewon Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, tiba-tiba ambruk pada Minggu (9/8/2026) pagi. Bangunan tersebut roboh ketika sejumlah warga sedang beristirahat setelah mengikuti kegiatan jalan sehat.

Tembok yang terbuat dari batako semen itu memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang sekitar 20 meter. Saat runtuh, material bangunan menimpa warga RW 002 Perum Minomartani yang sedang duduk-duduk di sekitar lokasi.

Sebanyak 10 warga mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Para korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.

Enam korban sempat dirawat di RS Condongcatur. Dua korban lainnya mendapat perawatan di RS Hermina, sedangkan dua korban dibawa ke RS UAD.

Sejumlah korban kemudian dirujuk ke fasilitas kesehatan lain untuk mendapatkan penanganan lanjutan sesuai kondisi masing-masing.

Tembok Diduga Dibangun Sekitar 1980

Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan kondisi konstruksi tembok yang menjadi perhatian.

Tembok tersebut diduga telah berdiri sejak sekitar 1980. Dari pemeriksaan awal, bangunan diketahui tidak memiliki pondasi serta besi cor penyangga yang memadai.

Meski demikian, kondisi konstruksi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab robohnya tembok. Petugas masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan bangunan tiba-tiba runtuh.

Saat kejadian, tidak ditemukan orang yang sedang melakukan aktivitas ataupun bersentuhan dengan tembok sebelum bangunan tersebut ambruk.

Enam Ambulans Dikerahkan

Evakuasi korban dilakukan warga bersama petugas sesaat setelah tembok roboh. Sedikitnya enam ambulans dikerahkan untuk membawa korban ke sejumlah rumah sakit.

Penanganan dilakukan dengan cepat agar seluruh korban yang mengalami luka segera mendapatkan pertolongan medis.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menyatakan biaya pengobatan para korban akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pemerintah bersama petugas terkait juga masih melakukan pendataan terhadap korban dan pemeriksaan kondisi bangunan di sekitar lokasi.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab robohnya tembok, sekaligus menentukan langkah yang perlu dilakukan terhadap bangunan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga kini, penyebab pasti ambruknya tembok pembatas SDN Minomartani 2 masih dalam penyelidikan.(*)