DMN NEWS - JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperluas penyidikan dalam perkara dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo. Fokus terbaru mengarah pada penelusuran aliran dana yang diduga menjadi bagian penting dari praktik tersebut.

Langkah itu dilakukan dengan memeriksa saksi dari unsur swasta di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Pemeriksaan digelar di Polres Mojokerto Kota sebagai bagian dari strategi penyidik untuk mengurai alur transaksi dan memperjelas konstruksi perkara.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa saksi yang dipanggil berinisial ASA. Pemeriksaan terhadap saksi tersebut dinilai krusial untuk menelusuri pergerakan dana sekaligus mengidentifikasi kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

“Pemeriksaan dilakukan untuk kebutuhan penyidikan, termasuk menelusuri aliran dana,” kata Budi, Senin (20/4/2026).

Meski demikian, KPK belum memastikan apakah yang bersangkutan hadir memenuhi panggilan penyidik. Proses pemeriksaan disebut akan terus berjalan sesuai agenda yang telah disusun.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 19 Januari 2026 di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, Sudewo diamankan bersama sejumlah pihak dan langsung dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Tak berselang lama, KPK menetapkan empat orang sebagai tersangka. Selain Sudewo, tiga kepala desa turut terseret dalam perkara ini, yakni Abdul Suyono (Kepala Desa Karangrowo), Sumarjiono (Kepala Desa Arumanis), serta Karjan (Kepala Desa Sukorukun).

Mereka diduga terlibat dalam praktik pemerasan yang berkaitan dengan pengisian jabatan perangkat desa. Dalam skema tersebut, terdapat dugaan permintaan sejumlah uang sebagai syarat untuk mendapatkan posisi tertentu di tingkat desa.

Perkara yang menjerat Sudewo tidak berhenti pada satu kasus. Ia juga dikaitkan dengan dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan.

Pengembangan dua perkara ini membuat penyidikan semakin kompleks. KPK kini berupaya menelusuri aliran dana secara lebih mendalam guna memastikan siapa saja yang terlibat serta bagaimana pola transaksi yang terjadi.

Penelusuran aliran dana menjadi kunci penting dalam membongkar perkara korupsi. Dari situ, penyidik dapat memetakan jaringan, mengidentifikasi peran masing-masing pihak, hingga memperkuat pembuktian di tahap persidangan.

KPK menegaskan tidak akan berhenti pada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Setiap temuan baru akan ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan munculnya nama lain dalam pusaran kasus ini.

Di tengah sorotan publik, langkah KPK mengurai jejak uang dalam perkara ini dinilai menjadi penentu sejauh mana kasus tersebut dapat dibuka secara terang. Harapannya, pengusutan tidak hanya menyentuh permukaan, tetapi mampu mengungkap keseluruhan jaringan yang terlibat.(*)